Tanah Kampung Kurma Bogor, Investasi Syariah Masa Kini

Bisnis Syariah bukanlah hal baru bagi anda masyarakat Indonesia. Apalagi mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam yang tentu sangat mengidam-idamkan proses transaksi yang menjadikan syariat Islam sebagai landasanya. Alasan utama memilih Berbisnis secara Syar’i adalah karena bisnis ini digadang-gadang bersih dari riba yang selama ini menghantui para pelaku bisnis konvensional. Salah satu Bisnis Syariah yang sedang naik daun sekarang ini adalah bisnis Tanah Kampung kurma bogor, sebuah lahan yang diperjual belikan sesuai dengan aturan Jual Beli Syariat Islam. Di sini tidak dipungut biaya lain selain harga beli Tanah, bahkan di lingkungan ini dibangun berbagai fasilitas beribadah yang dapat memudahkan penghuninya untuk mendekatkan diri kepada Allah, seperti Mesjid, Pondok Tahfidz, Islamic Centre dan lain sebagainya.

 

Tanah Kampung Kurma Bogor, Investasi Syariah Masa Kini

Tanah Kampung Kurma Bogor, Investasi Syariah Masa Kini

Sebagai salah satu Bisnis Syariah yang mengikuti aturan Islam, bisnis Tanah Kampung kurma bogor, juga memiliki ciri-ciri sebuah Bisnis Syariah, yaitu sebagai berikut:

  1. Tidak pernah lepas dari nilai-nilai ruhiyah dalam artian tetap menyadari bahwa eksistensi manusia di alam ini hanya sebagai makhluk ciptaan Allah, sehingga harus selalu membangun kontak dan komunikasi dengan penciptanya.
  2. Memahami dengan pemahaman yang benar mengenai bisnis yang halal dan haram, sehinga para pelaku bisnis ini, termasuk juga bisnis Tanah Kampung kurma bogor memahami bisnis yang diperbolehkan dan bisnis yang tidak sesuai dengan aturan agama.
  3. Aturan yang diterapkan dalam Bisnis Syariah ini haruslah mengimplementasikan aturan yang ditetapkan dalam Syariat Islam. Jadi antara teori syariat Islam dengan praktiknya di lapangan memiliki kesesuaian, seperti saat melihat untung dan rugi dari sebuah bisnis.
  4. Orientasi utama dilaksanakannya bisnis tersebut adalah kebahagiaan akhirat. Jadi Bisnis Syariah memegang prinsip “mendapat keuntungan yang sebanyak-banyaknya, namun menjadikan keuntungan itu sebagai ladang ibadah yang akan memudahkan pelaku bisnisnya di akhirat nanti”.

Ada satu hal yang diwaspadai oleh para pelaku Bisnis Syariah, baik penjual ataupun pembeli, yaitu “hanya berlabel Syariah”. Berlabel syariah di sini maksudnya adalah Bisnis Syariah, namun hanya labelnya saja, sedangkan kenyataannya di lapangan tetap menerapkan cara berbisnis secara umum yang mengandung riba. Jadinya kata “Syari’ah” digunakan hanya untuk menarik simpati dari masyarakat saja. Anda sebagai pembeli juga harus jeli melihat Bisnis yang seperti ini, oleh karena itu pelajari dan pilihlah bisnis yang ingin anda percayai dengan bijak dan selektif. Tetapi untuk anda yang telah mengenal Tanah Kampung kurma bogor, dan tertarik untuk bermitra dengan developer di sana, anda tidak perlu khawatir, karena para developre Tanah Kampung kurma bogor jelas menggunakan prinsip Islam dalam proses transaksinya.